16 September 2023

[DIJUAL] Tanah Rumah Baciro Kota Jogja DIY Taman Bakung Yogyakarta


Harga awal nego: Rp. 3.500.000.000,-

Spesifikasi:
Luas 247m2. 
Daya Listrik 2200VA. 
Bangunan Tahun 1993. 
Sertifikat Hak Milik Asli.
Bangunan Hadap Utara. 
1 Kamar Tidur besar 5 jendela.
1 Kamar Tidur sedang 5 jendela.
1 Kamar Mandi Besar + shower + kaca. 
1 Kamar Tidur ART + Kamar Mandi kecil. 
1 Kamar Tidur Tamu + Kamar Mandi dalam. 
Dapur dan Taman Samping untuk memasak. 
Carport + Garasi + kolam ikan + taman belakang.
Air Sumur jernih selama ini tidak pernah kering atau banjir. 
Lingkungan aman, malam ada penjaga portal masuk perumahan. 

08 September 2017

Ungkapan Kekecewaan Seorang Anak



Aku tidak pernah ingin memiliki anak. Untuk saat ini, memiliki anak adalah hal terakhir yang aku inginkan dari dunia ini. Ketika hal itu aku sampaikan ke orang lain, banyak orang terheran-heran dan mungkin menganggapku aneh. Aku sendiri terheran-heran dengan apa yang ada dalam pikiran mereka...

Tapi aku memiliki alasan tersendiri.

Berdasarkan artikel dari Wall Street Journal biaya untuk membesarkan seorang anak yang lahir di tahun 2013 saja sudah lebih dari 2 miliar rupiah. Biaya ini merupakan biaya termurah dan setiap anak yang lahir semakin dekat dengan saat ini, biayanya juga semakin meningkat. Perhitungan tersebut juga hanya memperhitungkan kebutuhan pokok hingga umur 18 tahun. Belum termasuk biaya hidup orangtuanya. Belum termasuk bujukan manja agar dibelikan iphone terbaru. Belum termasuk reparasi gopro dan drone selfie yang dibeli pada rengekan sebelumnya.


Namun entah kenapa, aku bukan orang yang suka mengambil resiko. Aku sudah cukup puas bermain dengan resiko hidup di masa lalu, hingga saat ini aku lebih suka bermain aman untuk hidup. Termasuk untuk memiliki anak. Aku tidak ingin memiliki anak yang tidak terjamin bebas resiko karena aku mengalami sendiri resiko hidup itu. Perhitungan tersebut membuatku akan menabung setidaknya 3 miliar rupiah sebelum memiliki seorang anak.

Namun tetap saja, tidak seorangpun dapat dengan mudah mendapatkan uang sejumlah miliar itu. Dibutuhkan usaha dan kerja keras yang besar menghasilkan uang sebesar itu. Disisi lain, salah satu bank besar menawarkan deposito dengan bunga sebesar 6% per tahun atau 0,5% per bulan. Jika aku memiliki 1 miliar rupiah saja, bunga deposito sebesar 5 juta rupiah dari uang tersebut sudah cukup untuk hidup layak di Jogja. Jika 2 miliar maka setengah dari bunga deposito dapat kutabung. Jika 3 miliar, yah aku dapat MENABUNG CUKUP BANYAK untuk menikmati hari tua dengan mewah.

Having children is simply a bad investment for me.

20 March 2017

Sampah Masyarakat

Pada tahun 2014, Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma membuat kehebohan. Divisi PSDM Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi membuat seminar dengan tema LGBT. Kalau diingat, saat itu memang isu LGBT sedang panas menjadi pembicaraan berbagai pihak dan ditolak oleh kaum religi.Pada saat itu, kehebohan yang sebenarnya berasal dari kegiatan organisasi mahasiswa langsung meroket menjadi berita daerah, bahkan nasional bagi kalangan mahasiswa psikologi.  Ibarat di film Da Vinci Code, pertentangan terjadi antara ilmu pengetahuan dengan ilmu religiusitas. Untungnya, polisi langsung bertindak. Rektorat pun akhirnya turun tangan. Rektorat turun tangan? Ya, karena saat itu, permasalahan yang terjadi berasal dari organisasi kemahasiswaan fakultas yang difasilitasi oleh Dekanat. Bahkan sebelumnya, rektorat sama sekali tidak mengetahui ide LGBT yang menjadi program kerja yang diajukan oleh organisasi kemahasiswaan fakultas.

Lalu apa intinya?
Tidak semua yang ada di pemerintahan bisa kita salahkan. Jika ada permasalahan, laporlah pada pihak yang memang bertanggung jawab untuk itu. Jangan sedikit-sedikit salahkan presiden. Karena sejatinya, presiden hanya koordinator bagi para gubernur, dan gubernur juga hanya koordinator bagi para bupati dan walikota. Beraspirasi sesuai dengan konteksnya. Lagi-lagi, memahami konteks itu penting agar apa yang kita sampaikan menjadi efektif...
Dan tidak hanya beraspirasi. Beraspirasi tanpa tindakan nyata sama seperti makan tanpa piring. Gimana itu? Ya nggak bisa. Jangan sedikit-sedikit mengkritik. LAKUKAN. Jika tidak suka dengan pemerintah? Jadilah pemerintah! Jika tidak suka dengan lembaga legislatif seperti DPR? Jadilah anggota DPR!

Susah ko, itu kan nggak gampang. YA MEMANG. Tapi kalau kamu berani beraspirasi, kamu juga harus berani menerima aspirasi. Promosikan diri. Jadilah agen perubahan.

Ah yaudah ko, aku diam aja. Ngikut aja.
Lah? Nyerah? Ealah hidupmu kok gak ada nilainya.
Barang yang nggak ada nilainya itu tempatnya dimana? Sampah. Ya.
Jadi kalau kita hanya bisa protes tanpa bertindak, siapa kita?

SAMPAH MASYARAKAT
yang sesungguhnya

13 March 2017

Sarapan Gratis?

Bangun pagi, buka medsos, yang dibanjiri oleh orang-orang yang membela bangun pagi hanya untuk mengambil sarapan gratis. 

Daripada sarapan nikmat itu diberikan gratis ke yang mampu beli tapi nggak sarapan, kenapa sarapan itu nggak diberikan ke yang beneran kurang mampu? Turun ke jalan dan sekolah pinggiran, membagikan sarapan itu ke pihak yang memang tidak mampu.

Akhirnya semua ini hanyalah promosi demi keuntungan perusahaan berkedok aksi sosial. Dan, pemunafikan.

Anda senang dengan promosi itu? I dont care. What I really care is the irony in our society.

02 March 2017

Kenapa mudah disulut isu SARA

Gimana ya, susah. Negara kita itu memiliki ciri khas budaya kolektif layaknya negara timur. Namun diantara banyak negara timur, Indonesia memiliki tingkat keberagaman SARA yang paling tinggi. Padahal budaya kolektif sangat menekan emosi positif dalam golongan dan emosi negatif pada luar golongan. Akibatnya, isu SARA akan sangat empuk di negara budaya kolektif.

Lain dengan negara barat dengan budaya individualis, mereka menekankan emosi negatif kedalam kelompok dan emosi positif keluar kelompok. Akibatnya, mereka lebih mudah merefleksikan diri dalam golongan dan menghargai orang diluar golongan mereka.

Solusinya adalah, melatih penerapan emosi positif dan emosi negatif sesuai konteks peristiwa (kontekstual). Tujuannya jelas agar tidak menyinggung orang di dalam kelompok dan diluar kelompok, serta menghindari konflik horisontal.

08 June 2015

Perjalanan Hidup Seorang Waria

S dilahirkan di Medan, di sebuah kampung kecil di kota tersebut. Ia dilahirkan sebagai 3 bersaudara dan tercatat memiliki jenis kelamin laki-laki karena memiliki penis. Masa kecil ia lewati dengan bermain dan bersekolah sebagai seorang laki-laki Ia tinggal dengan kedua orangtua, kakak laki-laki, dan adik perempuannya. Sampai hingga kelas 4 SD ia lebih sering merasakan kenyamanan ketika bermain bersama teman-teman perempuan maupun adiknya. Bentuk fisiknya juga berubah dimana buah dadanya mulai tumbuh menonjol sehingga ia lebih banyak bermain bersama teman perempuan. Ketika kelas 2 SMP ia mengalami kekerasan seksual, diperkosa, dan disodomi oleh tetangganya sendiri, namun orangtua dan keluarganya tidak mengambil tindakan apapun sehingga ia berulangkali mengalami hal tersebut oleh banyak orang. 

Singkat cerita, ia tidak melanjutkan ke SMA dan memilih untuk tinggal dan bekerja dengan kakaknya di Jakarta. Disana, ia mulai bertemu dan berkenalan dengan sesama waria yang mengajarinya berdandan, mengikuti pelatihan kecantikan, dan akhirnya bekerja di salon. Ketidaknyamanan tinggal dengan kakaknya yang sering mengejek dan mencela diri maupun pergaulannya membuat ia pergi menuju Bandung dan berkarir disana. 
Di Bandung, ia tinggal di sebuah kost dan memulai usaha warung makan di depannya. Setelah beberapa waktu, rumah kost yang ia tempati dijual oleh pemiliknya dan ia menyanggupi membelinya dengan cicilan. Setelah beberapa tahun ia mampu menyelesaikan pembayaran sehingga penghasilan dari warung makan dan rumah kost mampu menghidupinya dengan baik. Keadaan berubah drastis ketika ia berkenalan dan menjalin kasih dengan seorang pria. Pada awalnya pria tersebut bersikap baik dan mengganggap S sebagai wanita, dan S jatuh cinta pada pria ini. S melakukan tugasnya sebagai seorang wanita yang taat, memasak, mencuci baju, sedangkan usahanya di warung makan dan rumah kost diserahkan sang pria.

Namun semakin lama, pria ini menyiksanya secara fisik. Setiap hari, penisnya diikat dan ditarik ke belakang. Bahkan pria tersebut tidak memperbolehkan S masuk ke rumahnya sendiri ketika S melakukan kesalahan atau pulang terlalu malam. Akhirnya semua yang telah ia bangun telah habis oleh pria ini, sehingga dengan bantuan seorang teman ia pergi ke Solo. Di Solo, ia bekerja di salon plus-plus dan mulai menjual diri karena tak memiliki apa-apa lagi. Setelah beberapa waktu tinggal di Solo, keadaan yang tidak menentu membuatnya pergi ke Yogyakarta.
Di Yogyakarta, S bekerja dari pagi hingga sore hari di sebuah salon yang cukup ramai. Malam hari, ia memberikan layanan seks di daerah stasiun tugu dengan penghasilan hingga Rp. 300.000 per hari. Tidak lama, ia memiliki rumah kontrakan yang saat ini ia tempati dan sudah 7 tahun ia tinggal disitu. Di kampung Kricak tersebut, masyarakat tidak memiliki prejudice terhadap kaum waria dan diskriminasi dalam pergaulan. Seringkali, ia diundang dalam pertemuan RT/RW ataupun komunitas warga. S juga aktif dalam membantu anak-anak jalanan ketika sakit dengan membantu mengurus jaminan kesehatan untuk berobat ke rumah sakit. Ia merasa nyaman tinggal disitu karena warga yang menganggapnya sebagai seorang wanita, walaupun dalam KTP ia disebutkan sebagai pria. Ia juga memiliki seorang anak adopsi dari jalanan yang ia rawat sejak masih kecil dan ia mengaku ingin bekerja keras agar puterinya mampu menjadi orang sukses.

Tetapi pada akhirnya, ia tetap sendiri. Semakin beranjak dewasa, anaknya menyadari bahwa S bukan “ibu” yang sesungguhnya sehingga ia jarang berada di rumah untuk sekedar menemaninya. Keluarganya di Medan juga hanya menghubungi ia jika membutuhkan uang. S mengaku bahwa ia tidak ingin hidup terlalu lama, cukup lah paling lama hingga 10 tahun lagi. Ia telah melihat banyak waria yang tua tidak memiliki siapa-siapa dan hidupnya tidak terurus, sehingga tidak ingin melanjutkan hidupnya dalam kesendirian...

09 March 2015

Manusia Yang Tak Pantas Hidup

Minggu, 8 Maret 2015

Pagi ini, ada seorang bapak pemulung tua yang mengambil seonggok bungkusan nasi kuning yang kami jual di depan gereja dan dibuang karena memang rasanya tidak seberapa.
Malam ini, kulihat lagi seorang ibu pengemis tua itu yang selalu duduk di depan pom bensin dekat rumah dan pakaian yang sama sejak pertama kali kulihat.

YA ALLAH! DUNIA MACAM APA INI?
Berulang kali aku berpikir kenapa hidup ini tidak pernah adil?
Kenapa harus ada yang kaya, kenapa harus ada yang miskin?
Kenapa yang berkelimpahan terlalu menyenangkan?
Kenapa yang berkekurangan terlalu menyedihkan?

Lalu untuk apa manusia memiliki kecerdasan ini? Untuk menghancurkan sesama? Untuk menghancurkan dunia? Untuk menghancurkan makhluk lain? Karena perilaku kita masih tidak berbeda dengan hewan, yang hanya mampu menghancurkan tanpa mampu membangunnya kembali.

Aku malu menjadi bagian dari umat manusia.
Malu dengan semut yang menatapku saat ini.

Akhirnya manusia mati dengan ketamakannya sendiri...


02 February 2015

Tuan Alam Semesta

Perkembangan teknologi merupakan penghadiran paling jelas antara kehendak dan kekuatan manusia sebagai tuan atas alam semesta dan hidupnya (P. Miccoli; 200, 18-19).

Menurut teori Erich Fromm tentang lima kebutuhan kepribadian yang sehat, hal tersebut menjadi bagian dari transendensi dimana manusia berusaha untuk mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan, membuat keadaan tercipta menjadi pencipta.

Namun apakah manusia mampu untuk menjadi tuan atas alam semesta? Tuan berarti menjadi pengendali dan penguasa. Sedangkan manusia belum mampu mengendalikan hal yang paling mudah seperti panas dan hujan, apalagi bencana alam.

Menjadi tuan atas alam semesta hanya lah kesadaran manusia, karena manusia pun bagian dari alam. Jika berada di atasnya maka ia akan punah beserta alamnya. Menciptakan ialah cara ideal dan sehat untuk melebihi keadaan binatang yang pasif yang tidak dapat diterima oleh manusia karena kemampuan berpikir dan daya khayalnya. Manusia belomba lomba membuat alat-alat dan obat-obat yang membuatnya merasa menguasai alam semesta dan hidupnya sendiri.

Namun nyatanya, daripada perkembangan teknologi malah membuat manusia semakin terfokus pada hal yang yang dibutuhkannya saja. Teringat beberapa saat yang lalu, dalam perjalanan ke suatu tempat kami melewati gunung kapur yang sudah terbelah setengahnya menjadi penghasilan penduduk sekitarnya. Dalam mobil penumpang bercerita bagaimana gilanya manusia merusak alam dan berspekulasi bahwa terbelahnya gunung tersebut mungkin menjadi penyebab Bandung banjir beberapa waktu lalu. Mereka tidak sadar bahwa mobil yg mereka tumpangi menghasilkan asap hitam pekat dibelakangnya ketika menanjak gunung tersebut, dan mungkin menjadi penyebab efek rumah kaca, rusaknya ozon, dan mencairnya es kutub dan mengganggu ekosistem disana. Begitu kecilnya pemikiran manusia. Dan pada akhirnya mereka menjadi tuan bagi dirinya sendiri, bagi kebutuhan puasnya oborolan sempit dan pendek.

Seseorang menjadi tuan ketika pelayannya telah bekerja dengan baik dan tuan tersebut memberi upah sesuai dengan pekerjaan pelayannya. Begitu pula manusia menjadi tuan ketika alam telah bekerja dengan baik dan manusia memberi upah sesuai dengan pekerjaan alam.
Pelayan akan mati jika ia terus bekerja tanpa diupahi. Begitu pula alam akan mati jika ia terus memberikan kehidupan tanpa diberikan kehidupan.

Akhirnya tuan dalam kesusahannya melayani dirinya sendiri.
Namun, manusia akan mati. Karena hidupnya hanya mampu di alam ini.



Pilihan Kehidupan

Aku tak pernah memilih akan dilahirkan dengan keluarga seperti apa.
Aku tak pernah memilih akan dilahirkan oleh siapa.
Aku tak pernah memilih akan dilahirkan dengan kondisi bagaimana.

Namun yang aku tahu pasti, bahwa kini aku telah memilih.
Memilih untuk menjadi seperti apa diriku, masa depanku.
Karena hidup ini adalah pilihan. Di tangan kita sendiri pilihan itu.
Sampai akhirnya hanya kematian yang jadi pilihan terakhir kita.

Jadi selagi mampu, pilih yang terbaik. Hidupmu pilihanmu.



13 September 2013

10.000km Si Badak Hitam

Singkat aja ya, pas ada waktu nih sebelum ke kampus.

Jadi ceritain tentang Honda New Megapro yang udah melewati 10.000km on spedometer. Ndoli udah mikir-mikir biasanya kalo udah jalan sepanjang itu dan gak ada masalah berarti emang gak bermasalah ni badak item. Dan memang itu yang ndoli rasakan...

Sejak pertama di 500km sampai sekarang ndoli udah servis plus ganti oli 4 kali sesuai prosedur karena gratis hehe. Cara pemakaian ndoli biasa aja sekitar 5-7rb rpm nggak pernah sampai ngebut kecuali kalo hampir telat ke kampus hehe. Belum pernah ndoli bawa sampe 100km/h karena nyali ciut duluan masih pengen kawin dan sayang si badak item hehe paling cuma 90km/h dulu pas jalan pulang dari klaten malem-malem. Tapi inget ya spedometer New Megapro itu akurasinya mendekati GPS jadi jangan dibandingin bebek.

Reviewnya:
Dari segi mesin gak ada masalah. Masih responsif seperti baru dulu, masih bisa selip-selip apalagi kalo pagi-pagi pas dingin mau terlambat kuliah. Kalo siang ni motor agak loyo karena panasnya Jogja udah nggak karuan, wajar lah karena sistem pendinginan cuma pake angin nggak pake radiator kayak teman-temannya.
Dari segi bodi juga masih aman aja. Kayak yang katanya spedometernya geter itu nggak ada tuh. Kalo cuma pas ngebut aja bunyi, tapi nggak separah badak silver punya teman yang geter kayak vibrator tiap jalan kemana-mana. Mungkin udah ada perbaikan dari desain karena ni badak item tahun perakitan 2012 sedangkan badak silver itu tahun 2010. Jadi dari bodi masih oke.
Dari segi konsumsi BBM juga masih stabil di atas 40km/L bensin premium. Setiap hari menempuh jarak hampir 30km apalagi kalo pagi ngebut mau kuliah dan isi bensin full tank hampir setiap 2 minggu sekali. Mungkin kalo bisa bawa santai tiap hari bisa tembus 50km/L tapi belum pernah coba.


Jadi seperti itu, singkat aja ya. Ndoli mau ngampus. Haha, byeeeee.....

05 June 2013

Indra Tambahan

Akhirnya udah masuk bulan Juni, gak teraasa tahun 2013 udah jalan setengah, padahal dulu pada heboh gara-gara ramalan kiamat 2012 sehingga nggak kepikiran lagi tahun 2013 mau ngapainnnn...

Okee, kali ini nggak ngomongin ramalan, tapi ngomongin (nggosipin) orang yang katanya bisa liat masa depan lah, tapi jarang.
Yang paling sering nih beberapa orang ngaku bisa lihat mahluk halus dan semacamnya, bahkan bisa ngobrol dan ngusir juga (wow banget) dan beberapa temenku (temen bukan ya) termasuk orang-orang seperti itu. Nasib kali yah.

Jujur gue nggak bisa lihat yang begituan (amit-amit) tapi menurut gue nih : don't bullshit to bullshiter. Kadang gue ngerasa kalo temen gue yang itu-itu udah mulai ngomongin ada hantu disini, ada setan disitu, habis ngusir kunti di wc, dan lain-lain rasanya bullshit banget.
Seperti gue bilang tadi, gue nggak punya indra tambahan seperti itu, tapi keluarga gue banyak yang seperti itu. Paling deket ya babe sama emaakk gue. Dan beliau berdua sangat berbeda sama temen gue yang suka pamer itu. Sangat tenang dan diam.

Dari segi sosialis, orang yang terlalu banyak bicara (pamer kemampuan) adalah orang yang mencari perhatian dan popularitas duniawi.
Ketika seseorang punya indra tambahan untuk melihat dunia lain, maka ia akan memandang dunia ini secara berbeda. Dan dia tau banyak bicara nggak akan menghasilkan sesuatu yang berguna di dunia ini maupun dunia lain.

Jadi, orang yang punya indra tambahan biasanya tenang dalam prilaku dan tindakan. Tapiii, orang yang sangat tenang dan nggak banyak bicara bukan berarti punya indra tambahan ya! Dunia lain nggak cuma satu dan nggak cuma yang berbau hantu dan setan.

Bisa jadi, dia melihat dunia lain dengan 'cara yang berbeda'. Ketika masih volunteer di Merauke, gue tinggal satu kamar dengan teman se-tim yang sekarang udah jadi biarawan. Prilaku dan tindakannya begitu tenang dan sabar, nggak ada kesan menonjol. Bahkan karena perawakannya yang kecil, ketika ada acara kadang kita lupa kalo di dalam tim (ada 4 orang dalam 1 tim) ada dia. Namun hidup doanya begitu menonjol diantara kami berempat.
Ketika bangun subuh untuk doa pagi dia siap paling duluan di kamar doa, ketika doa pagi (doa hening) yang lain kadang sambil ketiduran dia masih tegak khusuk berdoa, ketika pulang acara pelayanan larut malam, kami langsung tepar di kasur masing-masing sementara dia menyempatkan diri untuk (doa hening jg) doa malam.
Karena teman satu kamar, sering kami sharing dan beberapa kali aku tanya dia mengaku tidak bisa melihat (cuma merasakan aja) dunia lain.

Berarti Ki Joko Bodo itu cuma bullshit donk? Dia kan sering mbacot di tv??!!
Nah itu beda kasus. Sejak sebelum masuk tv dia udah dikenal sbgai paranormal. Wajar kalau akhirnya ngetop di tv. Lha daripada susah-susah urusan sama demit dan jenglot, mending show di tv aja, tinggal ngomong doang kan dapet duit gede tuh masuk tv. Kalo urusan cari duit (pekerjaan) sih beda dengan cari perhatian.

Well, segitu aja deh gue cerita. Cuma pengen curhat aja, hasil diskusi misteri tidak terencana jam 11 malam. Bye...

23 May 2013

Sukacita itu Murah

Beberapa malam yang lalu, gue pernah beli sate di deket rumah. Karena lagi males jalan akhirnya bawa motor beserta 20rb di kantong buat beli sate 20 batang (maklum gentong lagi kelaparan) dan disekitar situ emang banyak tukang parkir yang jagain motor orang-orang yang makan di warung sekitar situ. Akhirnya gue parkir di depan warung sate. Karena niat gue emang dibawa pulang, akhirnya cepet aja si tukang sate bungkusin tuh sate buat gue. Setelah mau pulang, gue kan pikir gue gak makan disitu, parkir juga cepet doang, dan gue gak ada seribuan buat bayar parkir, asal bacot aja gue bilang "Pak, duit e pas. Nyusul ya!"
Anehnya biasa kan kalo udah dibilang gitu muka tukang parkir kebanyakan langsung berubah semirip bokong ayam dan belagak preman, tapi ni bapak malah senyum-senyum bantu minggirin motor di sebelah gue, bantu narikin motor gue, dan bantu gue nyebrang pake sempritannya. Awalnya sih gue cuek aja, mungkin udah biasa diutangin kali ya ni bapak :D
Akhirnya setelah beberapa hari ketika kemarin pulang kampus ujan-ujanan, gue lewat tuh di depan warung sate dan ada tuh bapak tukang parkir. Awalnya sih lewatin aja dengan cueknya hingga deket perumahan gue tiba-tiba gue ngerasa ada yang salah. Teringat di kantong gue ada 1 koin seribuan kembalian beli batagor di kampus, akhirnya gue balik deh ke depan warung sate dan ngasih si bapak tuh koin.

Sejenak gue merasa jadi orang kudus :P

Teringat bahwa kita semua terhubung, secara sosial, secara emosional, secara spiritual.
1000 rupiah takkan ada artinya dibanding rasa sukacita ketika kita melakukan kebaikan itu.
Pengorbanan hal duniawi sangat berarti ketika dihadapkan dengan sukacita  hasil surgawi.


FINE.
back to work.





17 May 2013

Meaningful & Meaningless

Well, jujur dari kemarin sibuk jadi gak bs update blog.
Akhirnya ni ada kesempatan ngetik pas gue servis si badak di ahass. Ngetik sambil menghirup oksigen campur oli menn...
Seberapa besarkah arti dari setiap perbuatan yang kita lakukan? Apakah itu sangat berarti? Atau malah itu tidak mempunyai arti sama sekali? Sebuah pertanyaan yang bagi orang hedonis akan terkesan sangat tolol *segera tutup blog ini jika anda merasakannya*
Beberapa waktu ini aku selalu berusaha agar semua yg aku perbuat berarti bagi diriku maupun orang lain. Aku tak pernah mengerti bagaimana aku bisa menjadi seperti ini. Namun yang pasti, jangan lakukan sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain namun samasekali tak berarti bagimu, atau malah merugikanmu.
Lakukan lah apa yang berarti bagi engkau, berarti bagi orang lain, berarti bagi semua.
Hmm, jujur gue gak tau mau ngomong apalagi. Yang jelas pikiran gue lagi kacau balau. Selama 2 jam nungguin si badak diservis, layar hp gue cuma keisi kata-kata diatas. Nanti kalo udah ketemu lanjutannya gue update deh.



06 May 2013

Kedamaian Hati

Beneerr kaann ada yang baca blog gue *menangis terharu* barusan dapet feedback dari teman lama. Dari kemarin sebenernya udah mau update ini blog tapi udah hopeless gak ada yang baca akhirnya cuma gue simpen dalam hati *sebenernya males ngetik juga* dan buat bahan sharing pas ngesel doang tapi okelah tak apa tak apa kita lanjutkan, yg lalu biarlah berlalu...

Tribute to ivn and her son.
Beberapa waktu yang lalu saat gue dalam perjalanan ke suatu tempat dan berhenti di lampu merah, terlihat 2 orang anak pengemis, sepertinya kakak-beradik. Pikiran pun melayang jauh masuk dalam alam imajinasi spiritual gue...

Seringkali, pikiran dan perasaan hanya terfokus pada kesulitan, masalah, dan persoalan hidup. Pilihan sikap yang membuat kita dikuaasai oleh rasa takut, bingung, stres, cemas, depresi, dan mudah berprasangka buruk atau mempunyai pikiran negatif.
Semakin buruk ketika kita hanya terfokus pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang telah kita miliki. Meskipun telah memiliki rumah, keddaraan, studi yang lancar, pekerjaan tetap, pasangan yang baik, tetapi kita masih merasa kurang ddan terobsesi untuk mendapatkan harta yang lebih banyak, mobil mewah, rumah yang besar dan indah. Akhirnya hal ini yang membuat kita kehilangan kedamaian hati.
Kita tidak pernah merasa puas. Pilihan sikap itulah yang membuat kita tidak pernah menjadi "kaya" karena "orang kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak, tetapi orang yang dapat menikmati apa yang telah mereka miliki.
 Kita manusia merupakan mahluk sosial, bukan hanya secara komunikasi namun juga secara spiritual dimana kita terhubung satu dengan yang lain. Beberapa orang menyebutnya Takdir. Namun ini sungguh berbeda dengan Takdir, dimana kita hanya menjalani apa yang sudah ditakdirkan. Kita terhubung sebagai satu ikatan jiwa dimana setiap hal yang terjadi mempunyai efek berantai kepada orang disekitar kita. Bahwa semua ada hikmahnya.

Namun, hubungan sosial ini justru berdampak pada kesombongan dimana akhirnya kita cencerung membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Rasanya orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih berhasil, dan lebih kaya dari kita. Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Meskipun lebih mudah bersyukur untuk hal-hal yang baik namun kedamaian hati sejatinya hanya akan datang pada mereka yang juga bersyukur pada masa-masa sulit. Rasa syukur membuat hal negatif menjadi positif.
Sungguh, dahulu aku tak pernah merasakan bisa sampai pada titik yang penuh sukacita ini, walaupun dengan beberapa kekurangan aku berusaha untuk bersyukur dan bertahan menjalani semuanya. Karena saat ini lebih baik daripada yang lalu dimana hidup penuh kenikmatan namun terasa hambar dan hampa, ibarat menikmati nasi tanpa bumbu dan lauk. Dan untuk sampai pada titik ini, aku bertemu dengan orang yang merangkulku sekaligus memukulku, aku melewati tempat yang subur dan indah dengan bunga mawar namun penuh ranting duri yang menusukku, aku bersabar dan berharap hingga sampai pada titik ini. Ketika kita mencapai titik yang paling rendah, disitu lah Tuhan akan mengangkat kita. Sama seperti Yesus yang telah direndahkan namun akhirnya ditinggikan dan dimuliakan. Putera-Nya yang telah memberikan teladan yang sempurna bagi kita untuk melaksanakan hidup ini. Teladan yang membuat kita pantas memanggilnya sebagai Bapa.

Pada akhirnya, semua ini adalah tentang Iman. Habis gelap terbitlah terang. Kesusahan akan datang sebelum Kegembiraan. Tuhan tak pernah memberikan cobaan melebihi kemampuan kita. Ia akan memberikan kita kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu tanpa kehilangan sukacita, yang kita perlu lakukan hanya percaya penuh kepadaNya. Yakinlah bahwa Tuhan puinya rencana terbaik untuk kehidupan kita.
Lampu merah pun akan segera berganti hijau, cukup lama hingga akhirnya mengambil sejumlah uang yang ada di saku celana, kupanggil si kakak dan kuberikan kepadanya. Mengingatkanku pada ikatan jiwa diantara kita, hingga akhirnya lampu berganti hijau dan kupacu si badak sebelum lampu merah yang lamanya bikin gue *melamun sbenernya* masuk alam imajinasi itu mencegatku lagi....

Aku masih disini
Mendekap hampa dihati

Yang hingga kini menghantui

Tentang arti hidup ini

Waktu terus berputar
Tanpa bisa menawar

Manisnya segala sanjung puji

Menjadi pahit caci maki

Segala yang terjadi dalam hidupku ini
Adalah sebuah misteri ilahi

Perihnya cobaan hanya ujian kehidupan


16 April 2013

Premanisme

Well, hampir satu bulan kurang sekian hari absen update. Sebenernya gue lupa kalo ternyata punya blog. Kalo bukan karena Rani bilang baca blog bau tanah ini, mungkin udah bener2 lupa. Dan sebenernya banyak yang mau di sharing di blog ini, cuma malesss ngetiknya. Yaudah kalo sempet aja deh ya gue sharing hehe. Ini cerita bulan ini...
Minggu lalu, pagi2 gue ke kaliurang sama ibu negaara, jalan2 di kalikuning yang udah jadi dibangun. Sepi juga nih, pas buat messraaaa.  Setelah jalan2 akhirnya kembali ke tempat gue parkir si badak ireng. Nahh di situ tenyata udah ada nenek-nenek jual makanan n minuman. Berhubung gue haus mampus tapi lagi kere (ra modal tenan) akhirnya minta ibu negara beliin hehe. Harganya 3000 rupiah dan dibayar pake uang 2 lembar 2000rupiah.. Nahh tu nenek bilang kagak ada kembalian dan dengan penuh belas kasih dan kerahiman akhirnya ibu negara iklaskan 1000 rupiah gak usah kembali itung-itung amal sama ini nenek. Oke lah akhirnya kita duduk sebentar capek men turun sih enak naek dari bawah ke atas setengah mati.
Setelah duduk sebentar, ternyata ibu negara nih (entah kasian atau emang lagi pengen) dateng lagi ke nenek ni mau beli Chitato seharga 5000 rupiah tapi karena uangnya 50rb rupiah si nenek bilang gak punya kembalian dan nawarin minute maid pulpy orange seharga 7500 rupiah. BUSET DAH, ternyata malah ada kembalian, nenek ni ambil duitnya di bajunya (you know lah nenek nenek kalo nyimpen duit dimana) dan ada KEMBALIAN!! Banyak receh di dompetnya...
Sumpah gue mau meledak saat itu juga. Tapi inget ada nenek tua jadi diem aja. Udah nenek tapi preman juga nih...
Yaudah laah, moga jadi pahala. Cuma 1000 rupiah juga kok. Tapi gue jadi pengen panggil kopassus. Haha.
Sekian dan terimakasih.
Panjang juga yah ini notes.
Ini notes apa bukan ya. Haha.

18 March 2013

Hidup Dengan Cara Yang Biasa

Apa inti sebenarnya dari kesederhanaan hidup itu?
Menjalani hidup yang luar biasa merupakan impian setiap orang.
Tanpa perlu bekerja setiap hari, memiliki rumah yang mewah, dimana terdapat garasi yang diisi beberapa mobil mewah, dengan seorang pendamping hidup yang istimewa yang berada disisi kita setiap malam, dan anak-anak yang pintar dan cerdas. What a great life! Itu memang hidup yang membahagiakan. Lalu bagaimana dengan hidup yang kita jalani saat ini?
Dahulu aku pernah berpikir tentang semua itu, menikmati banyak kebahagiaan di dunia dan berusaha menggapai itu semua. Sampai akhirnya ketika aku melihat sendiri bahwa kehidupan banyak orang tidak lah sebaik saat ini. terutama mereka di pedalaman Kalimantan Barat dan Merauke. Orang-orang disekitar sana tak pernah berpikir hal-hal yang terlampau hebat. Mereka menikmati apa yang ada sekarang ini. Mereka menikmati bekerja setiap hari, menikmati tidur beralaskan kasur yang biasa saja, menikmati mandi di sungai berdasar lumpur, menikmati anak-anak mereka yang bermain dengan sapi. Namun mereka selalu tersenyum bahagia.
Jadi apa poin penting disini?
Bagi saya, mensyukuri hidup merupakan jalan terbaik untuk BAHAGIA. Percuma kita memiliki semuanya maupun kekurangan semuanya tanpa bersyukur, karena kita tak akan mendapatkan kebahagiaan tersebut. Jadi walaupun kita memiliki pekerjaan yang biasa-biasa ssaja, memiliki rumah yang biasa-biasa saja, memiliki anak-anak yang biasa-biasa saja, walaupun semua yang ada didalam hidup kita biasa-biasa saja, jika kita bisa bersyukur maka kita akan mencapai KEBAHAGIAAN. Hidup itu mudah, jika kita tau bagaimana harus menjalaninya.

Itu saja, hanya artikel menambah keramaian blog. Maafkan jika ada kessalahan. Hanya ingin sharing aja apa yang ada dalam pikirian saya saat ini...

07 March 2013

Love An Imperfect Person With Perfect Way

In my opinion, just my opinion:

First, nobody perfect. Setiap orang mempunyai kekurangan, sebaik apapun penampilannya atau sesuci apapun hatinya.

Second, you're not perfect. Kamu pun tak sempurna. Jikalau kamu mencintai orang yang sempurna, bisakah kamu mencintai orang itu dengan sempurna?

Third, love is unconditionally.
Suka jika kamu hanya ingin melihat dan memandangnya. Kesepian jika kamu hanya ingin menyentuh dan memegangnya sepanjang hari. Belas kasihan jika kamu hanya pasrah dan takut menyakiti hatinya. Nafsu jika kamu hanya ingin mencium dan memeluknya.
Cinta tak pernah bersyarat. Cinta akan selalu melakukan apa yang mampu dilakukan. Cinta akan selalu mendukung walau hatinya terluka. Cinta akan selalu memaafkan setiap kesalahan. Cinta akan selalu ada saat dibutuhkan. Cinta tak pernah menuntut balasan. Karena mencintai adalah anugerah terindah dari Tuhan.

Namun hal yang paling sulit ialah mencintai seseorang yang mencintai kita.
Tutuplah mata dan bukalah hati. Karena sesungguhnya cinta bukanlah hubungan antar fisik.
Cinta adalah hubungan antar batin. Menyatukan pikiran dan kehidupan.

Sisanya cuma BONUS!


26 February 2013

Retret Penyembuhan Luka Batin

Untuk kalangan sendiri...
Hari Jumat kursus terakhir sepulang dari kampus jam 6 sore, aku pulang dan menyempatkan diri untuk makan dan mandi sebelum berangkat menuju Klaten. Setelah menjemput seorang teman, akhirnya kami berdua benangkat menuju tempat retret. Acara telah dimulai sejak sore dan kami hanya bertugas membawakan pujian sebelum sesi.
Jujur, ini sekian kalinya aku hadir dalam retret Penyembuhan Luka Batin. Sebagai panitia. Hanya sekali ketika menunggu pembinaan volunteer aku mengikuti R.PLB yang dibawakan para suster. Dan kali ini retret dibawakan oleh para mantan rekan volunteer dan khususnya bos besar hehe, kuakui mereka mengajar begitu hebat dan aku tak ada apa-apanya sehingga setiap mereka mengajar, aku begitu terpesona dan walaupun materi yang dibawakan pernah aku pelajari sebelumnya namun tetap berbeda ketika meereka mengajar. Dengan kondisi tubuh yang kurang fit aku berusaha mengikuti beberapa materi yang ada, hingga akhir acara.
Skip,
Hingga sampai pada penutupan, aku mendapatkan satu pengertian baru bahwa semua yang terjadi dalam hidup merupakan Anugerah. Semua sukacita dan dukacita dalam hidup, pengalaman baik dan buruk, ialah anugerah yang harus kita imani.
Khususnya bagi kita umat Allah lewat darah Putera-Nya kita telah diberikan hidup ini, sepantasnya kita bersyukur bahwa semuanya ini Anugerah. Karena tiada penderitaan manusia di dunia ini yang melebihi penderitaan-Nya. Ia telah disiksa, direndahkan, dipermalukan, hingga pada akhirnya wafat didepan Ibu-Nya sendiri. Tiada penderitaan yang melebihi itu.
Akhirnya,
Setiap malam, berusaha kurenungkan apa yang terjadi selama sehari dan mengimani bahwa setiap hari adalah Anugerah, sehingga pada esok hari aku semakin bersyukur bahwa boleh diberikan hidup yang baru. Bagaimana denganmu?


07 February 2013

Nilai Sebuah Kualitas dari Sebuah Merk

*Lagi demen maen dungeon hunter di Xperia P yg support USB OTG*
Pas ada pameran IT di Jogja Expo Center aku beli joystick usb yang termasuk murah Rp. 30.000 doank merk gak jelas. Di dalam pikiranku: "kan ini hape support USB OTG nah sapa tau pas maen dungen hunter bisa pake joystick karena layar hape ni termasuk kecil"
Akhirnya dibawa lah pulang satu biji aja. Setelah sampe dirumah langsung dicoba tes colokin ke Xperia P kesayangan ee dia bilang "USB device consume too much power" kampret padahal cuma kecil aja dan gak pake vibrator. Biasa muncul begitu kalo aku colokin HDD eksternal tanpa power supply karena emang berat. Iseng-iseng aku masih punya joystick merk Logitech Extreme 3D Pro yang bertahun-tahun lalu belinya kalo gak salah Rp. 350.000 diatas lemari dan connect bro!!! Dicoba buat maen game balap lancar pula!!! Padahal ukuran lebih besar tapi sukses nyambung di Xperia P.
Ternyata,merk maupun harga gak pernah bohong bro! Relatif memang, tapi ketika kita berani membayar lebih, produsen pun akan memilih part yang lebih pula untuk obyek produksinya. Jadi, bijak lah dalam membeli barang ;-)

13 September 2012

Kekecewaan Terhadap Sony Xperia

Keluarga ndoli merupakan pemakai setia Sony/Ericsson. Sejak tahun 2001 menggunakan T20 hingga terakhir ndoli membeli Live Walkman akhir 2011.
Tanggal 26 Juli 2012 kemarin ndoli mengantarkan dan membelikan Ibu sebuah unit Xperia U di stand Xperia Ramai Mall Jogja. Ketika membeli ndoli tidak diberitahu bahwa ada aturan hanya dalam 24 jam ada penggantian unit jika bermasalah. Sampai akhirnya tanggal 16 Agustus ndoli baru sempat mencoba menyalakan Wi-Fi ternyata Error. Setelah ndoli bawa ke gerai Xperia di Jalan Solo dan software di update namun masih bermasalah, mereka menganjurkan untuk dikirim ke Jakarta dengan estimasi waktu minimal 2 minggu maksimal 4 bulan. Akhirnya dengan terpaksa ndoli menyetujuinya.
Dirugikan uang dan waktu karena kesalahan produksi dan layanan, ndoli mulai mempertanyakan loyalitas keluarga terhadap produk Sony/Ericsson. Belum lagi ndoli telah mengecewakan Ibu karena data sms penting dan beliau lebaran tanpa menggunakan handphone. Bagaimana Sony dengan nama besarnya? Perubahan brand ternyata tidak diimbangi dengan layanan yang baik.
Bener-bener kecewa sama Sony...
Sampai sekarang entah bagaimana nasib itu Xperia U katanya dikirim ke Jakarta dan belum ada kabar tiap ndoli tanyakan di gerai Xperia. Katanya sih mau dihubungi kalau sudah jadi. Sudah lah, tak bisa berharap lagi hanya menunggu udah lewat 3 minggu masih tak ada kabar....